BUNDAKU TERCINTA


Bunda, seorang pahlawan dalam hidupku. Beliau laksana matahari yang menyinari siangku dan laksana bulan yang menyinari malamku. Engkau adalah penyulut api semangatku untuk terus maju. Kau juga tempat dimana aku bisa mencurahkan isi hatiku. Aku tak tahu apa yang terjadi dalam hidupku jika aku tak memiliki ibu sepertimu. Aku tahu mungkin banyak kesalahan yang aku buat, dan mungkin aku juga telah banyak meyakiti hatimu.

Bunda walaupun enkau sering memarahi aku, aku tidak pernah menyimpan rasa dendam terhadapmu. Walaupun aku mengakui, ketika aku kau marahi aku merasa kesal dan jengkel. Aku juga pernah berfikir kau memberikan kasih sayang yang berbeda kepadaku dibanding kan adikku.Tapi semua itu salah, semua aku ketahui saat kau tidak memarahi aku walaupun nilai nemku jelek dan malah memberiku semangat saat aku menangisi nilaiku itu.

Ibu ada satu hal yang aku sesali dalam hidupku yaitu saat aku membuat mu harus menerima jahitan di kepalamu saat kau aku jatuhkan dari sepeda karena kebodohanku yang waktu itu tak mendengarkan kata-katamu. Ibu ternyata semua nasehat yang kau berikan padaku semua benar. Dan kata-katamu untuk tidak takut terhadap bayangan juga benar. ibu maafkan kesalahanku itu. maafkanlah kebodohan yang ku buat sehingga membuatmu sakit hati. I bu aku hanya ingin mengatakan aku sayang padamu. A ndai aku bisa mengulang waktu aku tidak akan menyakiti hatimu lagi dan aku juga tidak ingi membuatmu sedih. Ibu aku juga bangga memiliki ibu seperti engkau yang tegar dan aku juga sangat ingin menjadi seseorang yang tegar sepertimu yang tak pernah menyerah.